RSS

Masalah akibat keberagaman budaya

04 May

1.    Masalah –Masalah yang Muncul Akibat Keberagaman Budaya

i)      STRUKTUR SOSIAL MASYARAKAT INDONESIA

Secara sosiologis, masyarakat Indonesia memiliki struktur sosial yang bersifat majemuk atau heterogen. Sifat masyarakat majemuk adalah sulit mengadakan integrasi sosial diantara kelompok sosial, sehingga dapat muncul konflik sosial yang mengganggu integrasi dan keutuhan masyarakat.

Ciri-ciri masyarakat majemuk menurut  van de Berghe :

  1. Terjadinya segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda satu sama lain.
  2. Memiliki struktur sosial yang terbagi ke dalam lembaga yang bersifat komplementer
  3. Kurang mengembangkan konsensus di antara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial dasar.
  4. Seringkali terjadi konfilik di anatara kelompok yang satu dengan lainnya.
  5. Intergrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan di bidang ekonomi
  6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok dengan kelompok lain.

Hal-hal tersebut menyebabkan adanya diferensiasi sosial antara satu kelompok dengan kelompok lain. Diferensiasi sosial tersebut diantaranya adalah :

  1. Diferensiasi yang disebabkan oleh perbedaan adat istiadat (custom differentiation), karena adanya perbedaan etnik, budaya, agama, dan bahasa.
  2. Diferensiasi yang disebabkan oleh perbedaan struktural (structural differentiation) karena adanya perbedaan kemampuan untuk mengakses sumber-sumber ekonomi dan politik.

ii)       MASALAH SOSIAL YANG TIMBUL AKIBAT KEBERAGAMAN BUDAYA

(1)    Konflik Sosial Bernuansa SARA

Konflik SARA ini terjadi akibat perbedaa n suku bangsa, bahasa, ras, agama, kedaerahan, adat istiadat, dan budaya yang berpotensi mengancam integrasi Nasional. Salah satu contoh dari konflik sosial yang bernuansa SARA ini adalah perang Sampit. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura dari pulau Madura. Konflik tersebut pecah pada 18 Februari 2001 ketika dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak. Konflik Sampit mengakibatkan lebih dari 500 kematian, dengan lebih dari 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal. Banyak warga Madura yang juga ditemukan dipenggal kepalanya oleh suku Dayak.

(2)    Primodialisme dan Politik Aliran

Primordialisme adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya. Di bidang politik, muncul kecenderungan terjadinya politik aliran, yaitu kegiatan politik praktis anggota masyarakat yang didorong oleh sentimen primordial.  Pada saat ini, kecenderungan politik aliran tercermin dari pembentukan berbagai partai-partai berbasis agama yang ada di Indonesia, seperti PKS, PDS, PBB, PPP, dan Partai Krisna.

(3)   Sikap Etnosentrisme

Etnosentrisme adalah sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain. Apabila tidak dikelola dengan baik, perbedaan buaya dan adat istiadat antarkelompok masyarakat tersebut akan menimbulkan konflik sosial akibat adanya sikap etnosentrisme dan dapat mendorong terjadinya sikap Xenophobia, yaitu perasaan kebencian terhadap orang asing yang berlebihan. Selain memiliki dampak negatif, sikap Etnosentrisme juga memiliki dampak positif untuk meningkatkan rasa nasionalisme pada suatu bangsa. Contoh positif sikap Etnosentrisme adalah pada saat terjadinya sengketa masalah kepulauan Ambalat di Kalimantan Selatan yang diklaim sebagai daerah Malaysia. Semenjak itu, muncul gelombang unjuk rasa yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat yang menuntut ketegasan pemerintah untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :

  • Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
  • Subjunction atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa                pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
  • Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting.
  • Minority consent, artinya kelompok mayoritas yang menang.
  • Compromise, artinya semua subkelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan     mendapatkan jalan tengah.
  • Integration artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangan, dan ditelaah.

 

  • 2.   Proses Integrasi Bangsa Indonesia

Pada dasarnya, istilah “Bangsa Indonesia” dengan “Negara Indonesia” memiliki pengertian yang berbeda. Bangsa Indonesia adalah kesatuan solidaritas yang didasarkan atas perasaan kebangsaan Indonesia, yang berkehendak untuk hidup bersama di tanah air Indonesia sebagai suatu bangsa. Sedangkan pengertian Negara Indonesia adalah suatu organisasi politik dimana para warga Negara sebagai anggota dari organisasi politik besar tersebut keanggotaannya diatur oleh hukum. Indonesia tidak terbatas pada bangsa yang sama ataupun ras yang sama karena bangsa Indonesia keanggotaannya berasal dari keanekaragaman ras dan suku bangsa serta agama yang berkembang di Indonesia.

Kata integrasi sendiri berasal dari kata integrare yang memberikan tempat dalam suatu keseluruhan. Dari kata tersebut, maka dapat diartikan bahwa integrasi adalah pernyataan secara terencana dari bagian-bagian yang berbeda seperti suku, etnis, ras, tradisi, agama, dan kepercayaan menjadi kesatuan yang utuh dan serasi. Integrasi suatu bangsa terjadi karena adanya perpaduan dari berbagai unsur tersebut, sehingga terwujud kesatuan wilayah, kesatuan politik, ekonomi, sosial, maupun budaya yang membentuk jati diri bangsa tersebut.

Pentingnya integrasi nasional :
1.Integrasi nasional sangat penting untuk mencapai atau memperoleh keserasian dalam      kehidupan masyarakat.
2.Guna menghindari keanekaragaman ras,suku,dan agama maka diperlukan adanya saling    pengertian,toleransi, dan tenggang rasa agar terwujudnya sebuahsolidaritas,kerukunan    dan kerjasama.

Peran masyarakat dalam menjada integrasi nasional:
1.Melestarikan kebudayaan daerah
2.Mewariskan kebudayaan daerah
3.Tidak melupakan atau meninggalkan kebudayan daerah

Peran pemerintah dalam menjaga keselarasan antar budaya:
1.Memelihara kebudayaan nasional
2.Menghidupkan budaya nasional3.Memoerkaya budaya nasional
3.Membina ketahanan kebudayaan nasional
4.Menyebar luaskan dan memenfaatkan kebudayaan nasional

Kesimpulan:

Cita-cita bersama sebagai bangsa Indonesia adalah sederhana, tetapi agung, yaitu suatu masyarakat dimana semua golongan dapat hidup rukun, mengembangkan diri tanpa merugikan golongan lain, dan membantu golongangolongan lain sehingga terwujud suatu masyarakat yang adil dan makmur. Dalam mengupayakan dan memperjuangkan cita-cita yang luhur tersebut diperlukan pemahaman akan kondisi perbedaan budaya antarmasyarakat.

 
Leave a comment

Posted by on May 4, 2012 in Umum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: